The Magic Elephant

The Magic Elephant*
Oleh : Ahmad Subqi

Kabut asap tipis masih menyelimuti kampung Banjar Sari. Pagi itu terasa dingin gelap tak bersinar. Ini merupakan pagi yang berbeda dari pagi-pagi biasanya. Suasana di kampong itu terasa aneh kali ini. Tak ada satu orang pun yang mulai beraktivitas, . Biasanya pagi-pagi sekali para penduduk mulai beramai-ramai pergi kepasar untuk berdagang atau ke sawah maupun ladang mereka.. Mungkin mereka masih terlelap tidur.

“Tok..tok..tok. .” suara ketukan pintu keras sekali dan berulang-ulang terdengar di balik pintu rumah kepala pekon. Suara yang tak biasa didengar terngiang di telinga pak Jaseng seorang kepala pekon (desa) kampung Banjar Sari. Di daerah Lampung nama desa diganti dengan nama pekon karena mengikuti bahasa khas Lampung. Bapak kepala pekon terhentak dari tidurnya yang lelap, pak Jaseng melihat jam dinding ternyata waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi. Pak Jaseng terheran-heran kenapa hari ini dia bangun terlalu siang. Biasanya pak Jaseng bangun jam setengah lima pagi untuk melaksanankna sholat berjamaah di masjid bersama para penduduk. Tanpa berpikir panjang dia langsung menuju pintu rumah. Begitu pintu terbuka terlihat pak Sapril sedang berdiri terengah-engah seperti sehabis lari tergopoh gopopoh. Pak Jaseng langsung gugup dah heran.

“Ada apa pak Sapril pagi-pagi ko seperti orang ketakutan” Tanya pak Jaseng sambil membenarkan sarung yang dipakainya
“Itu pak…itu…”
“itu kenapa?”
“Sawah kita diinjak-injak oleh seekor gajah tadi malam, semua tanaman padi dan jagung habis di injak dan di acak-acak”
“Apa..??” bentak pak Jaseng sambil kagetnya bukan main
“Betul pak saya barusan melihatnya” sahut pak Sapril sambil menarik napas kuat.
Lalu tanpa berkata apa-apa pak Jaseng langsung menuju ke kamar untuk berganti pakaian dan langsung menuju ke sawah bersama pak Sapril.
Ditengah jalan, tak ada seorang pendudukpun yang terlihat oleh pak Jaseng. Dia semakin heran.

“Pak Sapril para penduduk pekon pada kemana ya?biasanya jam segini mereka kan mulai pergi kesawah” Tanya pak Jaseng
“Saya juga tidak tahu pak, dari pagi tadi saya tidak melihat seorang pun” jawabnya
Ketika sampai ke pekarangan sawah ternyata apa yang di katakana oleh pak Sapril, sawah padi dan jagung terlihat acak-acakan dan roboh. Lalu terlihat banyak telapak kaki gajah yang terlihat di tengah-tengah sawah yang masih sedikit basah.
“Astagfirullohaladz im, ada apa ini” gumam pak Jaseng
“Pak Sapril apakah ini ulah gajah liar yang lepas dari taman satwa sekolah gajah Way Kambas” Tanya pak Jaseng sambil memandangi pekarangan sawah. Karena memang pekon Banjar Sari dekat sekali jaraknya dengan taman satwa Way Kambas. Way Kambas adalah salah satu taman satwa dan taman rekreasi di Indonesia yang melatih sekaligus menampilkan atraksi menarik dari gajah-gajah yang telah dijinakkan.
“Wah pak..saya juga kurang tahu” jawab pak Sapril
“Tapi setahu saya dari dulu belum ada gajah yang kabur dari pengamanan pihak Way Kambas, karena saya tahu pengamannanya sangat ketat pak” sahutnya lagi
Lalu mereka segera menuju ke rumah-rumah penduduk untuk segera memberitahukan kejadian ini. Kemudian Para penduduk langsung berbondong-bondong menuju ke sawah mereka masing-masing untuk memastikannya. Ternyata apa yang diberitakan oleh pak Sapril dan pak Jaseng. Semua sawah penduduk hancur acak-acakan dan hanya beberapa wsawah saja yang masih terlihat bagus.

Setelah itu bapak kepala pekon mengajak rapat di balai desa bersama para ketua RT dan RW setempat untuk membicarakan kejadian itu. Akhirnya mereka sepakat malam ini juga mereka membagi tugas kepada penduduk untuk berjaga-jaga pada malam hari sampai gajah itu tidak terlihat muncul walaupun harus bergadang sampai pagi hari. Para penduduk pun sepakat.

Malam hari tiba, sekitar dua puluh penduduk berjaga-jaga di sawah itu. Malam semakin larut tak terlihat tanda-tanda mahluk terbesar di dunia itu muncul. Mereka semakin tenang karena seperti tidak akan terjadi apa-apa. Waktu menunjukkan pukul tiga malam para penduduk seperti terhipnotis oleh sesuatu yang membuat mereka menjadi ngantuk mungkin ini hipnotis dari gajah yang tak jelas itu. Tanpa disadari mereka terlelap hingga matahari sedikt terlihat muncul. Pak Sapril terbangun dengan kagetnya sambil berteriak
“Bangun…bangun… bapak bapak bangun..?” teriaknya sambil berdiri membangunkan para penduduk yang terlelap. Pak Sapril heran kenapa mereka tidur lelap sekali. Ternyata setelah mereka bangun terlihat sawah yang tadinya masih terlihat bagus habis diinjak- injak tanpa belas kasihan. Semua batang padi roboh bersatu dengan Lumpur. Mereka seakan mengelus dada masing-masing, kenapa bisa begini, ini tidak masuk akal.

“Pak Sapril..?kenapa tadi malam kita semua malah tidur” Tanya seorang penduduk
“Saya juga tidak tahu pak. Padahal kita sudah niat akan bergadang sampai pagi bahkan kita sudah minum kopi untuk menahan ngantuk” jawab pak Sapril
“Aneh sungguh aneh semua” gumam para penduduk sambil mereka kembali ke rumah merek amasing-masing
Kejadian ini di laporkan oleh pak Sapril kepada bapak kepala pekon siangnya. Akhirnya bapak kepala pekon melaporkan kejadian ini pula kepada bapak camat Way Kambas untuk mengklarifikasi kepada pihak taman satwa Way Kambas. Namun setelah diklarifikasi ternyata pihak taman satwa tidak menemukan satu ekor gajahpun yan g hilang atau kabur. Ini semakin membuat aneh para penduduk.

Malam ketiga para penduduk semakin penasaran mereka menjaga ketat sawah dan kebun jagungnya. Malah malam ini disertai oleh bapak kepala pekon dan bapak camat sekali gus mereka mendirikan tenda sederhana dipinggir sawah.
“Bapak-bapak insyaalloh malam ini kita maksimalkan penjagaan kita, kali ini bapak kepala pekon dan bapak camat ikut turun tangan. Oleh karena itu kita harus hati-hati” terang pak Sapril kepada para penduduk yang sedang berkumpul di tenda.
“Pak Jaseng bagaimana kalau kita panggil pak haji Soleh untuk menemani kita, beliau kan tokoh agama dan orang suci di kampung kita, semoga saja beliau bisa membantu kita” intruksi seorang penduduk sambil menyeruput kopi, kemudian pak camat menjawab “Wah.. usulan bagus sekali, baiklah bagaimana kalau pak Sapril bersama pak bejo yang menjenguk beliau”
“Siap pak kami berangkat sekarang” jawab pak Sapril tegas.
Pak haji Soleh memang orang yang terpandang alim di pekon Banjar Sari. Dia sedikit dikenal sebagai seorang yang tahu akan hal-hal yang aneh atau gaib semenjak kejadian tahun lalu ketika ada orang yang kesurupan lalu beliau mengobatinya dan ternyata orang tersebut dimasuki roh jahat.

Setelah pak haji Soleh sampai ke tenda, para penduduk mengobrol santai dengan beliau dan sementara pak kepala pekon dan pak camat sedang menyusun strategi bersama pak Sapril dan sebagian penduduk untuk mengamankan kampung.
“Pak haji menurut pak haji kira-kira gajah itu beneran apa gajah jadi-jadian ya?”.
Tanya seorang penduduk disela obrolan bapak haji Soleh dengan penduduk lainya
“Kalau gajah ya gajah pak, mana ada gajah jadi-jadian. Mereka semua adalah mahluk Alloh. mungkin mereka kelaparan di hutan jadi mereka turun ke kampung untuk mencari makanan” jawab pak haji Soleh
“Tapi pak masa padi sama jagungnya gak dimakan hanya diinjak-injak saja”
“Ya karena padinya tidak enak mungkin” jawab pak haji sambil tersenyum dan disusul oleh para penduduk yang ketawa terbahak bahak.
“Ah pak haji ini ada-ada saja”

Malam semakin larut tak ada tanda-tanda apapun. Kali ini tak ada satu pendudukpun yang tidur sampai pagi tiba. Namun mahluk besar itu tidak terlihat muncul juga. Para penduduk semakin heran tapi sedikit tenang karena tidak ada bahaya yang datang malam ini. Akhirnya mereka sepakat untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah terlebih dahulu di masjid bersama pak haji Soleh. Ketika itu ada kurang lebih 50 orang penduduk yang kumpul. Setelah selesai sholat tiba-tiba terdengat seorang penduduk lari tergopoh -gopoh menuju ke masjid. Sesampainya di depan pak haji Sholeh dan pak kepala pekon dia memberitahukan bahwa ada rumah tetangganya hancur diinjak-injak oleh seekor gajah. Dia melihatnya ketika hendak menuju ke masjid.

“Baiklah bapak-bapak kita coba lihat bersama-sama rumah itu” ajal pak haji Sholeh kepada para penduduk. Setelah sampai dirumah itu. Ternyata benar rumah itu hancur berantakan rata dengan tanah. Namun yang menjadi aneh kemana rupanya penghuni rumah itu.
“Bapak tahu siapa pemilik rumah ini?kenapa tidak ada penghuninya” Tanya pak haji dengan heran kepada pak Roji penduduk yang melaporkan kejadian ini yang merupakan tetangga rumah itu.
“Kalo pemiliknya saya kurang tahu pak haji, soalnya rumah ini memang jarang ada orangnya sekali terlihat mereka datang malam hari menggunakan rombongan sepeda motor bersama para wanita pak haji” terang bapak Roji.
“Lalu apa yang mereka kerjakan disini” sahut pak haji lagi
“Saya juga kurang tahu pak , yang jelas apa yang saya dengar dari teman saya yang pernah kesana rumah itu adalah tempat judi dan prostitusi makanya tidak terlihat cahaya lampu di luar” jawab pak Roji dengan lugas. Pak haji semakin heran tentang kejadian ini. Lalu apa hubungannya dengan gajah itu? gumam pak haji dalam hati. Setelah berpikir sejenak pak haji soleh seperti mendapat ilham beliau menerangkan kepada bapak kepala pekon, bapak camat dan para penduduk bahwa kejadian disawah sangat berhubungan sekali dengan kejadian di rumah itu. Pak haji menerangkan bahwa gajah itu memperingakan kepada para penduduk bahwa di kampung ini ada sesuatu yang tidak benar dan dilarang oleh agama dengan menginjak-injak sawah dan ladang. Dan gajah itu merasa bahwa di kampung ini ada orang yang tidak suci atau melanggar perintah Alloh. Bahwa gajah itu tidak menginginkan kampung ini di nodai oleh tempat prostitusi yang dilarang agama seperti apa yang dikerjakan di rumah itu. Namun masyarakat tidak menyadarinya. Hingga akhirnya gajah itu sendiri yang menghancurkannya. Namun semua ini hakekatnya adalah peringatan dari Alloh melalui gajah itu. Sungguh gajah yang ajaib. Wallahu a’lam

*Cerpen ini ditulis oleh Ahmad subqi (Tanggamus), mahasiswa Syari’ah Islamiyah al-Azhar University dalam acara kemass week dan mendapatkan juara 2 dalam lomba cerpen antar konsulat se KEMASS.

Tinggalkan komentar

Filed under SASTRA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s