Sejarah

 

SEJARAH SINGKAT DAN PROGRAM IKATAN KELUARGA MASYARAKAT LAMPUNG (IKMAL) MESIR

Sejak tahun 1959 pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berasal dari propinsi Lampung sudah mulai merambah Negara seribu menara yang juga sering disebut negeri para nabi ini, yang menjadi poros penyebaran ilmu agama. Mayoritas pelajar dan mahasiswa asal Lampung yang berada di Mesir menimba ilmu di universitas Al-Azhar dan beberapa universitas unggulan lainnya.

Berapa tahun lamanya para mahasiswa asal Lampung tidak memiliki wadah khusus dalam keorganisasian khususnya kedaerahan, hal ini dikarenakan jumlah mereka yang masih sangat terbatas. Sehingga keterbatasan inilah yang menjadikan mereka harus bergabung dengan para mahasiswa lain di luar lingkup kedaerahan Lampung. Diantara mereka ada yang tergabung dalam keorganisaisan Keluarga Masyarakat Sumatera Bagian Selatan (KEMASS), Keluarga Pelajar Jakarta (KPJ), Kelompok Studi Walisongo (KSW), Keluarga Masyarakat Banten (KMB), dan masih ada pula yang masih belum tergabung dalam anggota kekeluargaan manapun.

Berangkat dari masalah inilah, maka pada tahun 2000 pelajar dan mahasiswa asal propinsi Lampung mulai menyatukan hati dan bertekat mendirikan Forum Silaturahmi Mahasiswa Lampung (FOSMAL) sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi antar mahasiswa/i yang berasal dari propinsi Lampung. Namun, berbagai kendala dihadapi sehingga FOSMAL hanya bisa bertahan dalam beberapa bulan saja. FOSMAL seakan ditelan waktu, dan tidak ada aktifitas apapun yang dapat dilakukan. Akhirnya pada tahun 2008 FOSMAL mencoba untuk bangkit lagi dengan merubah namanya. Sampai kemudian pada tanggal 20 Juni 2008 diadakanlah Rapat Anggota Mahasiswa Lampung yang menetapkan Ahmad Al-Akhran dari Lampung Selatan sebagai ketua IKMAL periode 2008-2009, dan mengukuhkan bahwa anggota IKMAL adalah mahasiswa, pelajar dan masyarakat Indonesia di Mesir yang memiliki loyalitas terhadap Lampung baik merupakan orang lampung asli atau pendatang, merupakan tempat kelahiran atau tempat belajar, atau memiliki hubungan sosial terhadap Lampung.

Dalam perkembangannya, IKMAL berbeda dengan FOSMAL, IKMAL lebih terorganisir dengan adanya pengurus harian dan Badan Perwakilan Anggota (BPA) serta penasihat organisasi, berbeda dengan sebelumnya yang hanya bersifat forum silaturahmi antar pelajar dan mahasiswa.

Saat ini jumlah pelajar dan mahasiswa yang berasal dari propinsi lampung tercatat sudah mencapai 45 orang yang aktif dalam wadah organisasi kekeluargaan IKMAL. Data spesifik pendidikan dan tempat belajar mahasiswa terdiri dari: 1. Ma’had Al-Azhar (setara dengan Madrasah Aliyah) 2. Dirosah Khossoh 3. Program Strata 1 (S1) 4. Program Pasca Sarjana (S2). Adapun universitas yang menjadi tujuan diantaranya adalah Universitas Al-Azhar Mesir, Uiversitas Duwal ‘Arab, dan American Open University.

Disamping mengikuti perkuliahan, diantara mahasiswa asal lampung ada yang aktif dalam keorganisasian seperti ICMI, PCIM, PCINU, Pusat Kajian Ekonomi Islam (PAKEIS), SINAI, PPMI. Juga ada yang mengikuti pendidikan luar kampus seperti Kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris, kajian-kajian kelimuan, TALAQQI atau berguru dan belajar langsung kepada para ulama yang ada di Mesir baik talaqqi khusus Al-Qur’an dan talaqqi ulum syar’i.

Dalam usianya yang masih terhitung muda, roda kepengurusan mahasiswa sudah mengalami dua kali pergantian pengurus, sebagai berikut;

1. Acung Wahyudi [FOSMAL] 2000-2001

2. Ahmad Al-Akhran [IKMAL] 2008-2009

Sampai saat ini IKMAL masih merupakan organisasi kekeluargaan, kedaerahan, yang masih menginduk kepada KEMASS sebagai wadah kekeluargaan yang diakui oleh PPMI. IKMAL tidak hanya berorientasi pada kesukuan dalam kegiatannya atau hanya mengurusi kegiatan-kegiatan sosial yang sifatnya kekeluargaan. Karena para anggotanya adalah mahasiswa yang sedang mendalami ilmu-ilmu agama, maka seyogyanya tidak melupakan nilai-nilai kemahasiswaan dan segala kegiatan yang bisa menunjang keberhasilan akademis. Kedae­rah­an atau kekeluargaan hanyalah sebuah wadah, kalau­pun tidak ada, akan ada wadah lain yang menampung mahasiswa un­tuk mem­per­juangkan visi-visi kemahasiswaannya.

Artinya, meskipun organisasi ini bentuknya adalah kekeluargaan, tetapi sesungguhnya adalah organisasi pengembangan SDM, sosial dan dakwah. Maka, pada tiga program itulah semestinya, kendali Ikatan Keluarga Masyarakat Lampung (IKMAL) diarahkan dan bina.

Saat ini Ikatan Keluarga Masyarakat Lampung (IKMAL) memiliki lima departemen untuk menunjang pelaksanaan program di atas. Lima departemen yang dimaksud adalah :

Departemen Pendidikan

– Departemen Kesejahteraan & Humas

– Departemen Olahraga dan Seni

– Departemen Publikasi dan Dokumentasi

– Departemen Keputrian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s